aku tak sengaja melewati tubuh usang.
merpati tua yang merayap senja.
di balik sinis sang raja matahari.
keringat meluncur dia usap juga.
tak perlu aku mendengar cerita.
tentang dia mengayuh di bumi keras.
pontang-panting mencari hamparan mulia.
yang tertuang saat dia memandang.
langit-langit adalah arah tuk menyembah baginya.
Tuhannya adalah Tuhanku juga!
dia berjuang menjadi ibu.
menetes dari suasana yang dia perjuangkan.
anak-anak yang bermain dengan bayang-bayang.
serta sosok tua terkapar di atas ketidakberdayaan, suaminya.
dia berjuang.
walau habis nanti pilihan-pilihan.
dia tetap nikmat menguyup samudera biru.
karena baginya, Tuhannya terus menyimak.
hingga kelak ia hanyut di pujian syukur yang terucap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar