aku kesal.
bagai malam tak berpura-pura.
dengan langitnya meraup kesal.
jejak-jejak tangisan purnama disiasati.
dari separuh emosi taburan bintang jatuh di atas.
siapa perduli?
iblis ku maki-maki.
terus mengusik kesadaranku.
sampai ku bertanya, adakah letak surga di bawah kaki bumi berpijak?
aku kesal.
muak-muakku bersetubuh dengan lidah.
siapa perduli?
hingga ku buang raut wajahku yang kelam ingatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar