desir-desir gelak tawa.
bayanganku kelak, yang berpijak pada garis harapan dan doa.
kepada alunanmu yang mengalir hebat.
bila nanti aku bertepi di bahagiamu.
bunyi lonceng ku pinang merdu.
saat nanti ribuan mata melihatku di bahagiamu.
dan aku mengayuh langkah kepadamu.
serinci pun hati menuliskan dengan pasti.
desir-desir gelak tawa.
aku bertepi di hamparan megah bayang-bayangmu.
dan kemudian ku hempaskan kau ke syair duniaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar