Rabu, 26 September 2012

apakah ini?

malam tiba dengan frequensi nol.
selepas itu awan bermulut tebal tiba.
disusul bintang liar berwajah garang.
melingkar langit hitam kental.
apakah ini?

tanya-tanya seorang diri.
aku? dia apakah tahu?
mengapa tidak ku pecahkan tanya ini yang mengganggu.
terus menerus hantui aku dan jalanku.
apakah ini?

ah, ku pergi terus berlari.
biar malam dengan maunya.
biar awan dengan niatnya.
biar  bintang liar dengan wujudnya.

apakah ini?
ah, aku sudah tak peduli lagi.

Jumat, 21 September 2012

cukup bahagia

kau tanyakan lagi gadis.
apakah salah masa lalu bisa kembali?
benar ataupun kau harus salah.
masa lalu tetap jadi bagian gerakan yang sempat kau miliki.

malam itu.
di balik layar putih dengan pesan-pesan singkat.
kau sejajarkan dia yang kau cinta.
kau pilih, dan kau tak mau sesali.

aku hanya tersenyum.
dan melihat semua penjuru kata-kata kau ucapkan.
mengenali semua saat aku menelaah.
kini, aku cukup bahagia.

aku di sini untukmu

ku biarkan kau bebas bertahta.
dalam pilihan, kemauan serta apa yang bisa kau coba.
apapun itu, dengan jalanmu utuh menyeluruh.
dan kau percaya itu.

ku biarkan kau tak terluka.
dalam hanyut waktu yang tak berdetak.
ataupun itu kau tidak bisa terima.
dan kau harus jauhkan itu.

jangan sesali lagi.
ataupun kau singgah mengepit di sudut mati.
terpaku dalam diam yang berdebu.
jangan biarkan itu.

aku di sini tak punya arti.
atau tak usah kau cari arti diriku.
walau hanya kau coba sekali.
karena sebenarnya, aku hanya di sini untukmu.

Rabu, 19 September 2012

bukan seperti itu nabiku

sebuah tipuan menarik amarah jauh.
melampaui batas normal dan berdiri.
pemberontakan dari  kumpulan laskar.
inilah mereka yang mengerang dan menekan.

tulisan berdiri tegak menegur.
"bukan seperti itu nabiku"
mereka porak porandai!
menekan dan mengerang.

marah, berontak, dan brutal.
mereka dan mereka bangun, keras menegur.
"bukan seperti itu nabiku"
mereka porak porandai sampai habis!

Minggu, 09 September 2012

naluri ku berkata

aku tidak akan bersuara.
seperti bunyi yang tak bisa kau artikan.
atau aku menjadi omong kosong belaka.
pada tubuh lampiran sepi tiada tulisan dan kata-kata.

aku akan setia dengan nada lembut menjulang.
bukan sekedar binal atau pula jenaka tanpa arti.
namun darah ini, kan semakin mengalir deras.
karena aku mencintaimu bersama Tuhan yang mencintaimu.

bongkar

bongkar!!
ribuan mata itu lahir menjilat besi.
bayang-bayang palsu menggerogoti dinding dunia.
itulah kepalsuan dari otak-otak muslihat.

bongkar!!
sampai mati gelak tawa palsu.
itu kematian dari penghapusan keikhlasan.
juga mulut desiran canda dan binal telanjang diri.

itulah kepalsuan seniman muslihat.
bongkar dan cabik-cabik mereka.
seret mereka pada pintu panas suci.
biar termangu mereka nanti, dan kemenanganmu kian menjadi sakti.

Jumat, 07 September 2012

riwayat ku taruh lagi

siang di bogor timur.
aku kembali percayakan waktu berjalan.
di bawah pohon rindang hati bertirai bahasa.
semoga riwayat yang ku bawa menemukan singgahnya.

aku tak peduli mereka.
sarjana, diploma atau lebih dari kejurusan yang mereka bawa.
aku tetap taruh riwayat yang sepi dengan kata-kata.
berdoa, walau nasib tak pernah ku tahu.

mulai bicara, mata saling hantam pandangan.
kepala hitam angkat bicara tentang visi dan tujuan.
tak peduli aku yang jawab seenak jidat.
kepala hitam tetap tegak bagai prajurit.

semoga aku berjumpa dengan persetujuan.
atau pengangkatan sebagai bidak ataupun pion.
tak apalah bagiku, itu tak penting.
karena aku hanya ingin menambal kehidupan yang semakin rapuh.

gumpalan beban ini

masih di sini dalam sela-sela waktu.
tanganku ini keras memegang kepalaku.
tertidur lagi dan khayalku semakin tinggi.
beban ini berat temanku kini.

denting berbunyi di dinding kamarku.
hantam kerasnya lamunanku panjang menyertai.
yang ada semua adalah beban tercipta.
inilah sakit derita, bukan keridhaanku menerima.

mengapa?

kini tangan tetap mengepal sejati.
di belakang lemah tak bertepi, ini bebanku.
masih tetap sendiri celahi kata dan arti.
ini semua yang membebani.

sang putri malam

kembali, itu lautan lepas!
samudera biru arungi mimpi indah sang putri malam.
rembulan aku menyebutnya.
tersenyum dan ceria.

ia meminta lagu merindu.
sekalipun dia sedikit malu dan memerah.
lengkungannya tetap ku puji.
walau langit kokoh dengan hitamnya.

andai,
aku raih setiap mimpi indahnya.
mungkin, aku berpijak kembali melepas.
dahaga akan arti yang ku bawa.

pujian-pujian aku pinang.
kepada sang putri malam.
rembulan oh rembulan.
kau pelita seperti ia gadisku.
cinta, kepercayaan dan harapan.
entah bagaimana, ku pinang kau nanti asmara.
kemudian indahkan langitku yang kalut.
itulah cinta!

Minggu, 02 September 2012

berkawan dengan tanya

aku kembali berkawan dengan tanya.
langit yang kelam dengan desiran anginnya.
mengelabui waktu yang kini semakin petang.
tak mengetahui sekalipun aku tentang ini.

mencibir luka dan pilihan yang aku bawa.
dengan sepenuh hati menangis karena tak kenal wujud.
pemberian itu,  Tuhan hanya Kau yang tahu.
aku ini hanyalah binatang liar yang tersesat.

aku kembali berkawan dengan tanya.
tunggu, jangan pungut tangisku itu!
biarkan itu menetes di pipiku perlahan.
sambil bercermin, apakah wujudku sekarang?

malam punya cerita

malam baru bercerita tentang waktu yang bergulir.
"kemenangan hari ini adalah sedap yang kau terima."
meski mengolok-olok alur hari yang tajam.
serta menjatuhkan harapan yang terbangun dari embun pagi.
ini kemenangan, tetap punyamu.

malam yang mengartikan tentang senyum sang rembulan.
"saat ketika cinta bersemayam, bulan sabit adalah bentangan senyummu."
walau kau ragu, ini benar yang mengusik ataukah hanyalah keisengan yang terbentuk.
benar atau salah kau hantam pikiranmu.
ini cinta, tetap punyamu.

itulah malam yang sejenak menyadarkanmu.
tentang tanya-tanyamu, keberhasilanmu dan jawabannya telak.
mencapai apa yang telah kau dapati sebagai nilai manusia.
dan seharusnya, kau nikmati malammu utuh.

ini pesanku gadis

aku bukan menaruh cinta di hatimu.
melainkan aku menyampaikan pesan yang tertera di hatiku.
juga, keistimewaanmu yang menuntun raga ini.
yang tak ingin juga hilang sejenak waktu.

apapun itu kau, dirimu, atau siapapun geranganmu.
ini telah lahirkan mata yang melihat.
secara tajam dan menusuk.
tertuju padamu kokoh dan kuasa.

aku tidak akan lari walau mereka berkata-kata.
mengambil nilai sebentar-sebentar.
tanpa tahu rasa ini terjaga mengarungi.
juga menguasai mimpi di malam buta.

aku akan cari dan temui.
celah yang aku nanti berdiri tegak.
menikmati apa yang seharusnya aku miliki.
selamanya akan aku cari dan temui.
sampai aku lelah dan mati.