aku kini memeluk lagi.
usia menjulang naik tinggi.
cermin, "kau terlihat berjiwa pemuda."
berdoa pula aku di hamparan muliaMu yang utuh.
belahan waktuku mengusik harapan pada tanya.
ke mana kunci terangku menembus jalan?
aku tak perduli.
karena aku kini sedang menikmati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar