andhika pradipta
Kamis, 19 Juli 2012
kami hilang suara
tampang berkelut kelam.
kami pemuda terhapus pendapat.
terhalang oleh batas-batas Si Tua Keladi.
gerak kami tak merangkak.
kian hari kian pasrah.
suara terbuang habis.
nasib kami tak bertulang.
dan hilang semua rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar