betapa sulitnya perpisahan yang dilakukan sendirian.
antara bahasa sakit dan derita.
telah merasuki pita merah di lubuk hati.
kala hujan turun seolah aku penuh air mata.
aku bagaikan sungai dambakan samudera.
yang akan bermuara di birunya air laut.
dan sedikit meminta pembiasan cahaya.
tuk indahkan seorang aku dan dunia.
namun kini perpisahan terlahir sudah.
meniupkan langkahku tuk jauh berpisah.
dari hati yang ku tinggalkan.
adalah engkau yang ku cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar