petang kelam.
taring petir bernyanyi riang.
terdengar sampai selatan ujung.
lalu pucat wajah seisi bumi.
aku terkapar di balik rintik hujan.
yang telah sulit ku gapai utuh.
keyakinan rasa seluruh.
pergi, pergi saja kau hati.
jangan hadir seujung terang.
biarlah tangisan perih.
basahi terus lembah belati.
yang menikam puji hilir.
dan namaku mati.
hilang.
sirna.
hingga ku sadar raga melayang.
jauh pergi tinggalkan jiwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar