dari gumpalan darah yang mengalir ke dalam hati.
menjadi telaga suatu rasa yang tak ingin dinodai.
sekecilpun tiada mau dan tak ingin.
mendengar kata khianat tegak berdiri.
aku alunan nada cinta bersemi.
berjalan dalam gemerlap senja.
kala sebuah tetes air mata dibayar cinta.
mengguncangkan tubuh yang indah karenanya.
itulah cinta!
bagi yang bergerak.
bagi yang bernafas.
hingga maut memisahkan jiwa dan raga.
menjadi telaga suatu rasa yang tak ingin dinodai.
sekecilpun tiada mau dan tak ingin.
mendengar kata khianat tegak berdiri.
aku alunan nada cinta bersemi.
berjalan dalam gemerlap senja.
kala sebuah tetes air mata dibayar cinta.
mengguncangkan tubuh yang indah karenanya.
itulah cinta!
bagi yang bergerak.
bagi yang bernafas.
hingga maut memisahkan jiwa dan raga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar