aku lekas tampar wajahku di ujung lamunan.
detak berbunyi, melepaskan darah mengalir deras.
aku terpaku dalam titik keinginan mengingat.
tertuju pada sosokmu yang mengiringi alam berseri.
sebuah mata di balik cahaya, itu punyamu!
memang sinarmu tiada sirna.
dari apapun lirik kata yang berbincang melalui lidah.
indahnya langkahmu menepi di sajadah terbentang.
sungguh, dirimu bersayap bagai malaikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar