Selasa, 14 Agustus 2012

mencintaimu

pagi sengit terpampang dari kaca jendela.
terbuka jalan!
menatap kunang-kunang telah mati.
kini kupu-kupu tiba bersayap.

jangan kau dekat wahai matahari!
biar ku sendiri.
jalan-jalan sambil bawa oleh-oleh.
cindramata sang ratu malam bercahaya, ia rembulan.

biar ku tangis dulu.
membuka jalan lalu menyeberang.
wajah yang terbentuk di pangkuan rembulan.
aku dekati, lalu ku pergi.

aku akan terbang jauh.
sampai ku tak tertahan lagi.
melupakan segala arti dan penglihatan.
mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar