Kamis, 30 Agustus 2012

gadis, inilah untukmu

aku berlari dari serangkaian wajah merayu.
separuh aku hilang sejenak tawa.
terdiam, menanyai waktu tak berhentak.
dan ke manakah bumi akan berpijak?

"gadis, apa maksud suaramu?"
mulai getir jiwaku terguncang hebat.
apapun itu asal kau coba katakan.
mengapa tak kau serahkan aku pada hamparan hatimu?

dekap aku.
ciumlah aku.
aku suka padamu yang dewasa kepada cinta.
juga menyikapi unggun api yang menyala.

"gadis, apa maksud suaramu?"
cobalah kau ciptakan kata-kata.
bila nanti kau tinggalkan saat aku memandang.
kematian dan kematian yang menyambar.

"gadis, kini kau yang bertahta."
coba bahagiakan aku walau hatimu enggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar