siang menyilang langit, sebaris kuning meninggi.
dahaga kian agung, mulai kritis keringat meluncur.
tak merasa dosa lompati apa itu keimanan.
terpenting, aku dan mereka melepas dan semaunya.
aku dan kaum.
tegak seolah tak kenal manusia.
yang menyeimbangkan keimanan dan ketaqwaan.
seolah kami diam, acuh meludah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar