aku tidak akan bersuara.
seperti bunyi yang tak bisa kau artikan.
atau aku menjadi omong kosong belaka.
pada tubuh lampiran sepi tiada tulisan dan kata-kata.
aku akan setia dengan nada lembut menjulang.
bukan sekedar binal atau pula jenaka tanpa arti.
namun darah ini, kan semakin mengalir deras.
karena aku mencintaimu bersama Tuhan yang mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar